« Home | Kukuh Sanyoto : Bahaya, Bangsa Tanpa Minta Baca »

SPS Berikan Penghargaan kepada Bupati Indramayu

BUPATI Indramayu H Irianto M.S Syafiuddin kembali menerima penghargaan tingkat nasional dan penghargaan kali ini diberikan oleh Serikat Penerbit Surat Kabar (SPS). Penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua SPS Pusat H Syafik Umar, Kamis (7/4) di Pendopo Kabupaten Indramayu.

KETUA Serikat Penerbit Surat kabar (SPS) H. Syafik Umar (kanan) menyerahkan penghargaan dari SPS Pusat kepada Bupati Indramayu H. Irianto M.S. Syafiuddin, Kamis (7/4). Penghargaan ini diberikan karena Irianto dinilai berprestasi dan berperan besar dalam mendorong minat baca masyarakat.

Penghargaan diberikan karena selama kepemimpinannya, Bupati H Irianto M.S Syafiuddin dinilai berprestasi dan berperan besar dalam mendorong minat baca masyarakat.
Menurut Ketua SPS Pusat H Syafik Umar, upaya meningkatkan minat baca masyarakat merupakan salah satu program nasional yang juga dilaksanakan oleh SPS. Sebab minat baca yang ada pada masyarakat merupakan salah satu indikator kecerdasan bangsa.

Sementara, lanjut Syafik Umar, pemerintah daerah dinilai memiliki peranan yang sangat besar dalam pelaksanaan program peningkatan minat baca masyarakat tersebut. Karenanya, ketika ditemukan adanya pimpinan daerah yang memiliki kepedulian dan dirasakan menonjol peranannya dalam meningkatkan minat baca masyarakat seperti yang dilakukan Bupati Indramayu H Irianto M.S Syafiuddin, SPS berkewajiban untuk memberikan perhatian dalam bentuk pemberian penghargaan.

"Apalagi di samping berperan besar dalam mendorong minat baca masyarakat, Bupati Indramayu ini telah mencatatkan banyak keberhasilan di berbagai bidang. Karenanya saya sungguh bangga dengan prestasi Bung Yance (Bupati H Irianto M.S Syafiuddin-red) tersebut," kata H Syafik Umar yang juga Direktur Utama PT Pikiran Rakyat Bandung.

Dikatakannya, pertimbangan lain diberikannya penghargaan tersebut karena sebagai pemimpin di daerah H Irianto M.S Syafiuddin telah melakukan berbagai kebijakan yang nyata dalam mendorong mutu pendidikan di daerahnya. Hal itu terlihat dari kebijakannya yang telah mengalokasikan anggaran pada APBD untuk pendidikan yang mencapai 38,7%. Selain itu, dialokasikan pula dana untuk penanggulangan anak-anak yang terancam putus sekolah yang mencapai Rp 12,6 miliar.

Langkah itu, kata Syafik Umar, sejalan dengan program peduli pendidikan yang dilaksanakan oleh SPS. Karenanya diharapkan, apa yang dilakukan oleh Bupati H Irianto M.S Syafiuddin dapat terus memacu dan mendorong daerah-daerah lain untuk lebih peduli kepada permasalahan pendidikan dan peningkatan minat baca di masyarakat.

Papan baca
Direktur Utama PT Pikiran Rakyat Bandung, H Syafik Umar yang juga menjabat Pemimpin Umum Harian Umum Pikiran Rakyat pada kesempatan itu mengungkapkan, HU Pikiran Rakyat sebagai koran yang berbasis di Provinsi Jawa Barat dan hidup di tengah-tengah budaya Jawa Barat terus berupaya mendorong minat baca masyarakat Jawa Barat.

"Untuk tahun ini, PT Pikiran Rakyat Bandung telah membuat papan baca sebanyak 150 buah yang dipasang tersebar di seluruh wilayah Jawa Barat. Hal itu merupakan bukti kepedulian Harian Umum Pikiran Rakyat dalam mendorong dan melaksanakan Program Peduli Pendidikan. Karenanya, dana-dana sosial dari masyarakat yang ada di PT Pikiran Rakyat pun penyaluran dan pengalokasiannya sepenuhnya lebih difokuskan untuk pengembangan dunia pendidikan di Jawa Barat," ungkapnya.

Selain menerima penghargaan dari SPS Pusat, Bupati H Irianto M.S Syafiuddin pada kesempatan tersebut juga melantik kepengurusan Komunitas Minat Baca Indonesia (KMBI) Cabang Indramayu. Pada kesempatan pelantikan KMBI Cabang Indramayu itu selain H Syafik Umar tampak hadir Ketua Pelaksana Harian SPS Pusat H Mahtum Mastoem, Ketua KMBI Pusat Dr Sabarudin Tain dan Direktur Eksekutif News Paper Education of Indonesia Kukuh Sanyoto serta Ketua KMBI Jawa Barat H Hilman BS yang juga Direktur PT Berkah Pikiran Rakyat.

Motivasi
Sementara itu, Bupati Indramayu H Irianto M.S Syafiuddin dalam sambutannya pada pelantikan pengurus KMBI Cabang Indramayu mengatakan, kehadiran KMBI di Kab. Indramayu yang dikembangkan dengan prakarsa dari kalangan organisasi kemasyarakatan, pers, LSM dan kalangan masyarakat peduli pendidikan diharapkan dapat lebih memotivasi masyarakat Indramayu untuk senantiasa mau dan mampu terus mengembangkan dirinya untuk belajat dan terus belajar yang salah satu medianya adalah dengan membaca.

Dikatakannya, budaya membaca bukan saja merupakan kegiatan hobi atau mengisi waktu luang, tetapi lebih jauh merupakan sarana belajar nonformal di luar lembaga pendidikan. "Karenanya, hal ini diharapkan dapat mengubah pandangan sebagian masyarakat yang sementara ini melihat kegiatan belajar hanya dapat dilakukan di lembaga pendidikan. Padahal, belajar di lembaga pendidikan hanya salah satu bagian saja dari proses pembelajaran yang nyata dalam menjalani hidup dan kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Untuk itu, bupati berharap KMBI Cabang Indramayu dapat segera membuat program dan rencana kegiatan yang aplikatif. Setiap langkah kegiatan harus dibangun secara sinergi dengan pemahaman dan kemauan yang tinggi disertai dengan komitmen semua pihak karena membangun dan mengembangkan minat baca dan kebiasaan membaca cakupan kegiatannya sangat luas. Mencakup aspek individual, keluarga serta komunitas tertentu serta masyarakat.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Harian SPS Pusat H Mahtum Mastoem dalam sambutannya mengatakan, sebagai upaya mendorong segenap lapisan masyarakat untuk gemar membaca sehingga menjadi sangat cerdas memilih dan memilah informasi, SPS meluncurkan program minat baca melalui KMBI. Dan sekarang, KMBI sudah berdiri dan berkiprah di berbagai daerah. "Hari ini kita mulai pula di Indramayu. Kami yakin asal kita serius dan konsisten KMBI akan menjadi alat yang sangat efektif mencerdaskan masyarakat dan bangsa," ujarnya.

Esensi program itu, menurut Mahtum, bukan semata-mata membangkitkan minat baca masyarakat tetapi juga mengajak pelajar dan remaja dalam proses belajar-mengajar untuk memahami makna kebebasan pers, sistem pers nasional kita serta menjadikan berita koran yang berisi realitas dan dinamika sosial lingkungannya menjadi wacana sekolah.(A-96). (Sumber : Pikiran Rakyat, 8 April 2005)